Penyakit Pada Tanaman Ganja (Downy Mildew dan Powdery Mildew)

Penyakit Pada Tanaman Ganja (Downy Mildew dan Powdery Mildew)

Penyakit Pada Tanaman Ganja (Downy Mildew dan Powdery Mildew)

Powdery mildew merupakan salah satu penyakit jamur yang disebabkan oleh Sphaerotheca/Podosphaera dan Erysiphe. Infeksi powdery mildew dapat menyebabkan turunnya produksi dan kualitas Ganja.

Downy Mildew Disebabkan oleh cendawan Sclerospora maydis. Penyakit ini meyebabkan kerugian paling besar dalam budidaya Ganja.

Penyakit ini menyerang tanaman ganja baik vegetatif dan pembungaan pada daun ,batang dan tunas.

Akibat serangan penyakit ini, tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi lagi. Penyakit ini berbahaya pada tanaman ganja yang berumur kurang dari 1 bulan.

Faktor-faktor yang mendukung berkembangnya penyakit ini adalah:
1. Kondisi lingkungan yang lembab (musim hujan)
2. Tanah yang lembab atau basah (irigasi jelek) mendukung perkecambahan jamur Sclerospora maidis.
3. Pemupukan N yang berlebihan dan sifat fisik tanah yang liat mempermudah perkembangan penyakit bulai.

Pencegahan

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Hama, Masalah, Penyakit | Tag , , , , | 15 Komentar

Membuat Benih Ganja Feminim

Kesulitan mendapatkan benih feminim / ganja betina menjadi suatu alasan mengapa jumlah produksi serta kualitas ganja yang dimanfaatkan hasil bunganya menjadi menurun.

Membeli benih ganja yang sudah di feminimkan dari seedbank sangat mahal dan belum banyak tersedia di indonesia. disini saya akan mejelaskan sedikit pengalaman dan beberapa metode agar pembudidaya ganja dapat membuat benih ganja feminim sendiri,guna meningkatkan hasil produksi tanaman betina serta mengembangkan keaneka ragaman varietas ganja di indonesia, harapan team ganja indonesia adalah semua pembudidaya ganja di indonesia menjadi lebih maju.

Biji Benih Ganja

Proses pembuatan benih ganja yang berkualitas dengan biji selalu melalui proses penyerbukan,jika kita melakukan penyerbukan tanaman ganja dalam satu varietas dengan satu tanaman betina dan satu tanaman jantan, maka benih yang akan menghasilkan prosentase tanaman betina dan tanaman jantan ialah 50:50 lantas bagaimana membuat prosentase benih ganja betina yang dihasilkan menjadi lebih banyak?

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berbunga, Teknik | Tag , , , , , , , , | 35 Komentar

Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Ganja

Kali ini saya akan membahas mengenai seberapa penting judul diatas menurut pandangan perspektif saya,disni saya asumsikan pembaca telah mengerti dan sedikit memahami akan kondisi yang dialami oleh bangsa Indonesia saat ini tentang pandangan pemerintah yang di refleksikan (cenderung di paksakan) kedalam pandangan sebagian besar masyarakat.

Tanaman ganja beserta semua jenis turunannya yang dianggap sebagai musuh utama dari Perang Narkotika tumbuh sangat subur di belahan bumi nusantara ini.varietas unggul yang ada di pelosok hutan yang bahkan belum tercatat namanya merupakan khasanah kekayaan hayati yang seharusnya dilndungi dan di patenkan oleh pemerintah.sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29 TAHUN 2000 TENTANG PERLINDUNGAN VARIETAS TANAMAN,akan tetapi yang dilakukan oleh “Perang Narkotika” saat ini adalah kebalikan dari undang-undang tersebut,lahan ganja yang luas di sumatra serta daerah lain yang banyak memiliki varietas liar dengan berbagai keunggulan dalam segi kualitas maupun jenis langka akan musnah (atau malah di patenkan oleh negara luar). Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya, Ganja | Tag , , , | 5 Komentar

Sekilas Mengenai Masa Berbunga Tanaman Ganja

Tahap awal berbunga dan masa berbunga adalah satu bagian yang paling menyenangkan menurut saya dari setiap tahap pertumbuhan ganja (khususnya tanaman ganja betina),karena dari kerja keras serta kesabaran yang kita bangun akan menciptakan rasa kepuasan tersendiri. Pada roses identifikas jenis kelamin ganja pernah kita bahas bahwa tanaman ganja menunjukan jenis kelamnnya pada masa awal berbunga dan untuk budidaya dalam ruangan pemberian siklus waktu antara perbandingan siang dan malam kita atur dalam siklus 12/12. dengan menjaga pencahayaan tetap pada siklus tersebut maka kita menjaga tanaman ganja tetap pada masa berbunga yang baik.pada budidaya luar ruangan secara natural tanaman ganja berbunga bervariasi antara jenis sativa dan indica maupun ruderalis.

Budidaya Ganja Awal Berbunga

Budidaya Ganja Awal masa Berbunga

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Berbunga, Budidaya, Budidaya Dalam Ruangan, Budidaya Luar Ruangan | Tag , , , , , , , , | 16 Komentar

Stres Pada Tanaman Ganja

stress dalam tanaman ganja banyak sekali penyebabnya,bagi pembudidaya ganja ini merupakan hal yang harus sebisa mungkin dihindari karena banyak sekali akibat yang ditimbulkan akibat stress yang dialami oleh tanaman ganja antara lain,

  • Terganggunya pertumbuhan tanaman (pertumbuhan menjadi lambat)
  • Perubahan jenis kelamin ,untuk pembudidaya yang menginginkan tanaman sinsemilla atau hanya bunga dengan jenis kelamin perempuan,ini adalah sebuah masalah yang sangat serius, karena stres yang dialami oleh tanaman dapat mengakibatkan munculnya polen atau bunga jantan dalam satu tanaman sehingga terjadi penyerbukan dan semua gizi yang digunakan untuk membentuk bunga akan digunakan untuk memproduksi biji guna regenerasi tanaman, sehingga hasil yang didapatkan tidak memuaskan.
  • Tanaman layu dan mati.
Tanaman Ganja Dengan kelamin Ganda Kotak Biru Menunjukkan Bunga Betina dan Kotak Hitam Menunjukkan Bunga Jantan

Tanaman Ganja Dengan kelamin Ganda
Kotak Biru Menunjukkan Bunga Betina dan Kotak Hitam Menunjukkan Bunga Jantan

Yang sangat penting untuk diperhatikan oleh pembudidaya yaitu penyebab tanaman ganja menjadi stres antara lain sebagai berikut.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya Dalam Ruangan, Budidaya Luar Ruangan, Ganja, Masalah | Tag , , , , | 17 Komentar

Pertimbangan Dalam Budidaya Ganja

Menanam ganja di Indonesia merupakan sebuah perbuatan Ilegal dan melanggar hukum serta undang-undang yang berlaku, dengan hukuman yang tidak rigan, berbeda sekali dengan beberapa negara eropa dan amerika, itulah yang menjadi pertimbangan dari para pembudidaya ganja di indonesia, akan tetapi dibalik segala larangan dan hukum yang berlaku saat ini para pembudidaya terus melakukan berbagai inovasi serta perjuangan untuk legalnya budidaya ganja di indonesia.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut para pembudidaya memiliki berbagai cara dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Pada kondisi tertentu pembudidaya menggunakan teknik Indoor Growing yaitu budidaya ganja dalam ruangan , pertimbangan budidaya ini adalah karana hasil yang didapatkan dapat disesuaikan dengan waktu dan biaya yang diperlukan selama siklus hidup ganja, disamping itu faktor keamanan dari tempat budidaya adalah tergantung dari pembudidaya sendiri, manipulasi lingkungan yang dilakukan dalam budidaya ganja dalam ruangan menjadikan tanaman ganja dapat tumbuh lebih cepat dan optimal sesuai dari jenis yang ditanam, hama, penyakit dan masalah yang dihadapi dari budidaya dalam ruangan ini juga sangat minim jika kita memiliki panduan serta pengalaman dalam berbudidaya. Akan tetapi budidaya jenis ini memiliki masalah dari segi biaya, karena membutuhkan ruangan serta segala sumber kebutuhan dari pertumbuhan ganja harus kita sediakan, kita membutuhkan lampu, sirkulasi udara yang baik, serta suhu ruangan,air dan segala kebutuhan yang memungkinkan ganja untuk tumbuh secara optimal.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya Dalam Ruangan, Budidaya Luar Ruangan, Teknik | Tag , , , , , | 5 Komentar

Pertumbuhan Fase Vegetatif Tanaman Ganja

pertumbuhan pada fase vegetatif tanaman ganja
Tanaman ganja memasuki fase masa pertumbuhan vegetatif setelah empat sampai eman minggu,ahir pertumbuhan masa bibit.secara alami fase vegetatif ini adalah saat dimana tanaman ganja tumbuh dengan sangat cepat selama siklus hidupnya.

tanaman ganja akan menghasilkan banyak pertumbuhan daun baru dan memerlukan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan fotosintesisnya.

Fase Vegetatif Ganja Luar Ruangan

Fase Vegetatif Ganja Luar Ruangan

Tanaman Ganja akan mengalami fase vegetatif jika diberikan fase siklus cahaya selama 18-24jam masa cahaya,hal ini sering diadaptasi pada budidaya ganja dalam ruangan guna mengatur siklus cahaya selama fase pertumbuhan tanaman ganja yang digunakan sebagai induk tanaman serta memperbanyak jumlah hasil produksi tanaman ganja.
dengan pertumbuhan vegetatif yang berpengaruh pada tanaman ganja tersebut.

Fase Vegetatif Tanaman Ganja Dalam Ruangan

Fase Vegetatif Tanaman Ganja Dalam Ruangan

para pembudidaya dalam ruangan akan sangat mudah guna menentukan ataupun memaksa kapan waktu tanaman ganja tersebut memasuki masa produksi bunga atau masa pembungaan tetapi tetap mempertimbangkan kapan waktu yang tepat untuk memulai siklus pembungaan ,para pembudidaya dalam ruangan hanya tinggal memberikan siklus 12/12 yaitu dengan proses masa 12 jam pencahayaan dan 12 jam masa gelap maka tanaman ganja akan terpicu untuk memasuki fase pembungaan.
Dalam budidaya luar ruangan tanaman ganja bergantung dengan musim,serta iklim tempat tanaman tersebut tumbuh,pertumbuhan ganja pada iklim tropis tentu saja akan berbeda pada iklim sub-tropis maupun iklim sedang serta iklim dingin.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya, Budidaya Dalam Ruangan, Budidaya Luar Ruangan, vegetatif | Tag , , , , , , , | 8 Komentar

Kloning pada tanaman Ganja

Membuat kloning pada tanaman ganja merupakan salah satu cara budidaya yang paling efisien, karena sangat menghemat waktu dan juga membuat hasil yang baik dari budidaya tanaman ganja. kloning dalam tanaman ganja berarti membudidayakan tanaman ganja dengan metode memperbanyak tanaman dengan cara memotong salah satu ranting paling ujung dari tanaman induk ganja.

Tanaman induk ganja adalah tanaman ganja yang kita budidayakan dan diseleksi menurut kualitas yang kita inginkan, pada umumnya adalah tanaman dengan jenis kelamin perempuan dengan kualitas terbaik. Tanaman induk ganja harus dijaga agar selalu pada fase vegatatif dengan cara memberikan siklus cahaya 18-24 jam masa cahaya.

metode kloning ini adalah dengan cara memotong ranting tanaman ganja dan memaksa tanaman ganja untuk bertahan hidup setelah di potong dari tanaman induknya,karena pada potongan ranting tersebut tidak memiliki akar, maka secara alami proses bertahan hidup tanaman ganja memerlukan rangsangan secara kimia agara akar ditumbuhkan dan tanaman ganja tetap hidup.

memulai kloning tanaman ganja

untuk memulai proses kloning kita perlu menyiapkan bahan dan peralatannya yaitu.

induk tanaman

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya, Budidaya Dalam Ruangan, Ganja, kloning, Teknik | Tag , , , , , | 7 Komentar

Pertumbuhan Fase Bibit Tanaman Ganja

Pertumbuhan fase pembibitan tanaman ganja
Pada fase pertumbuhan ini tanaman ganja memiliki satu batang yang tumbuh keatas dan masih memiliki  cotyledon sebagai cadangan makanannya,karena akar yang dimiliki oleh tanaman ganja pada fase ini belum dapat memenuhi jumlah pasokan bahan makanan yang digunakan untuk proses tumbuh,dikarenakan kondisi akar yang masih belum dapat mengumpulkan sari-sari makanan secara optimal dan masih dalam kondisi rapuh.

pertumbuhan ganja pada masa pembibitan

pertumbuhan ganja pada masa pembibitan

Pada fase ini tanaman ganja sangat sensitif dan sangat perlu perawatan yang intensif karena pada fase ini tanaman lebih rentan mati.

pada fase ini pembudidaya harus memiliki banyak kesabaran, karena setidaknya harus menjaga dan menunggu sampai tanaman ganja dapat di pindahkan ke media tanam yang memiliki volume lebih besar.

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya, Budidaya Dalam Ruangan, Budidaya Luar Ruangan, Fase Bibit | Tag , , , , , , , | 20 Komentar

Panduan Perkecambahan Ganja II

kali ini kita akan membahas tentang proses perkecambahan kembali, setelah posting sebelumnya tentang panduan perkecambahan ganja, kali ini untuk budidaya tanaman ganja kita dapat memindah proses perkecambahan dan juga pembibitan tanaman ganja yang secara alami tumbuh ke dalam beberapa media.

media yang akan kita gunakan adalah tanah organik, dan Floral Foam

Tanah organik dapat diperoleh dengan membeli di toko-toko tanaman hias ataupun dengan cara mencampur beberapa bahan dengan komposisi dan perbandingan.

Media Tanam Organik Campur

Media Tanam Organik Campur

dengan perbandingan adalah :

  • Tanah merah : Sekam bakar : Pupuk kandang 2 : 1 : 1
  • Tanah merah : Sekam bakar : Pasir malang : 2 : 1 : 1
  • Tanah merah : Sekam mentah : Pupuk kandang 2 : 1 : 1
  • Sekam bakar : Sekam mentah : Pupuk kandang 1 : 1 : 1
Menanam Ganja Dengan Tanah Organik

Menanam Ganja Dengan Tanah Organik

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Budidaya, Budidaya Dalam Ruangan, Budidaya Luar Ruangan, Ganja, Perkecambahan, Teknik | Tag , , , , , , , , | 40 Komentar